Detail Berita




SLEMAN (KR) – Pandemi Covid-19 melanda dengan waktu yang panjang menjadi tantangan berat bagi kalangan perbankan. Tak terkecuali pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Mereka yang mampu menjaga kepercayaan dan manajemen keuangan yang baik, maka bank tersebut bisa bertahan, bahkan survive.

Upaya untuk tetap eksis termasuk dilakukan BPR Alto Makmur. Sehingga setelah melalui satu tahun lebih pandemi Covid-19, bank ini tetap menghasilkan laba yang signifikan. Disamping tetap memberikan layanan kepada para nasabahnya dengan baik, karena likuiditasnya tetap terjaga.
“Memang pandemi Covid-19 merupakan periode yang berat bagi kalangan perbankan, termasuk di BPR kami. Namun demikian dengan prinsip kehati-hatian dan melakukan restrukturiasi kredit, eksistensi sebagai bank yang memperhatikan UMKM tetap terjaga dengan baik,” ujar Dirut BPR Alto Makmur, Kusmintarja Yatendra dan Direktur  Operasional, Fungsi dan Kepatuhan, Jupaidi, Jumat (10/9) di sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 BPR Alto Makmur.
Menurut Kusmintarja, pihaknya sangat bersyukur dengan capaian kinerja saat ini di tengah pandemi Covid-19. Sebagai wujud syukur, maka dalam peringatan ulang tahun kegiatan sosial melalui beberapa program CSR BPR antara lain; Kunjungan dan pemberian santunan kepada Panti Asuhan Al-Madaniah Sleman, Pemberian 100 paket sembako kepada warga terdampak covid-19 di linkungan kantor, Pemberian donasi kepada relawan PMR dan ditutup dengan acara Pengajian yang di ikuti oleh Jajaran Owner, Pengurus dan seluruh staff pegawai BPR Alto Makmur.
Dijelaskan Jupaidi, Pertumbuhan kredit BPR Alto Makmur yang selektif dan terukur ini juga di barengi dengan upaya-upaya penyelesaian kredit bermasalah. Selama wabah covid-19  pihaknya terus berupaya membantu debitur terdampak pandemi covid-19 melalui restrukturisasi  kredit sebagaimana ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.
Pada akhir Juni 2020 BPR Alto Makmur telah melakukan restrukturisasi kredit debitur terdampak   Covid-19   sebanyak 135 rekening dengan nominal kredit sebesar Rp. 8.938.379.000 atau 30,31% dari total kredit. Dalam perkembangannya pada akhir Agustus 2021 total restrukturisasi kredit debitur terdampak covid-19 menjadi Rp. 8.551.518.000 atau mengalami penurunan 4,33%.
Pemberian restrukturisasi kredit ini diharapkan dapat meringankan beban debitur dalam melewati masa krisis akibat dampak pandemi covid-19. Dengan tetap melakukan pemantauan dan monitoring kegiatan usaha debitur diharapkan bisnis debitur dapat kembali ke arah yang lebih baik lagi.
“Kami akan terus mencermati perkembangan covid-19 serta dampak terhadap perekonomian nasional khususnya pelaku usaha UMKM, dengan tetap menjalankan kegiatan operasional dan fungsi intermediasi bank yang mengedepankan prinsip kehati- hatian/prudential banking. Memastikan operasional perusahaan adaptif terhadap perkembangan situasi agar terus berjalan tanpa mengesampingkan kesehatan dan keselamatan nasabah dan pegawai, menjaga kecukupan likuiditas serta upaya menjaga kualitas aset “ujarnya.  (Jon)
 
Sumber KR yogyakarta